Logo SantriDigital

Menjaga waktu

Kultum
F
Faisol Abrori
10 Mei 2026 3 menit baca 0 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ و...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Hadirin wal hadirat yang dirahmati Allah Ta'ala. Pergi ke pasar membeli buah, Buahnya manis sungguh terasa. Mari kita jaga waktu dengan langkah, Agar hidup penuh makna dan bahagia. Sungguh, sebuah pengantar yang sederhana, namun terasa begitu dekat di hati kita. Bagaimana tidak? Kita semua terlahirkan di dunia ini dengan anugerah waktu yang sama, namun seringkali kita biarkan ia berlalu begitu saja, tanpa kita sadari, ia sedang menua. Seperti air yang mengalir tiada henti, waktu pun tak pernah menunggu. Setiap detik yang terlewat adalah permata yang hilang, kesempatan yang takkan kembali. Allah Ta'ala berfirman: وَالْعَصْرِ "Demi masa." (QS. Al-'Ashr: 1) Sungguh, sebuah sumpah yang agung dari Dzat yang Maha Agung. Allah bersumpah dengan *waktu*, 'ashr, untuk mengingatkan kita betapa berharganya ia. Di ayat selanjutnya, Allah menegaskan: إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ "Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian." (QS. Al-'Ashr: 2) Kecuali... kecuali mereka yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Bukankah ini sebuah teguran yang pedih? Betapa banyak dari kita yang telah menyia-nyiakan aset termahal ini, waktu kita. Kita habiskan untuk hal-hal yang tak bernilai di hadapan Allah. Kita biarkan ia berlalu dalam kelalaian, dalam kesibukan yang semu, tanpa pernah berhenti barang sejenak untuk bertanya, "Untuk apa waktu ini kugunakan?" Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berpesan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ "Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." Waktu luang... seringkali kita anggap remeh. Saat ada kesempatan, kita larut dalam hiburan duniawi yang fana. Lalu saat sakit datang, saat usia senja menghampiri, barulah kita meratap. Menyesal tiada guna. Mengapa dulu tak bersegera? Mengapa dulu tak gunakan waktu untuk sujud yang lebih panjang? Untuk dzikir yang lebih khusyuk? Untuk kalam ilahi yang lebih dalam? Lihatlah para ulama terdahulu. Imam Syafi'i rahimahullah pernah berkata, "Menjaga waktu lebih mudah daripada menjaga perak dan dinar." Sungguh, mereka memahami betul hakikat waktu. Bagi mereka, setiap helaan nafas adalah kesempatan untuk beramal, untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka tidak pernah punya waktu untuk bermalas-malasan, karena mereka tahu, dunia ini adalah ladang amal, dan waktu adalah modalnya. Marilah kita renungi sejenak. Berapa banyak shalat yang kita tunda? Berapa banyak Al-Qur'an yang hanya berdebu di rak? Berapa banyak kesempatan berbuat baik yang terlewatkan karena kita merasa "tidak punya waktu"? Padahal, Allah Maha Melihat, dan malaikat pencatat amal terus bekerja. Wahai diri... wahai hati yang sedang mendengarkan. Sebelum waktu ini benar-benar habis tak bersisa, sebelum tirai kehidupan tertutup selamanya, mari kita bangunkan jiwa dari kelalaian. Mulailah dari hal kecil. Sisihkan waktu walau lima menit untuk membaca seayat dua ayat Al-Qur'an. Luangkan sepuluh menit untuk merenungi kebesaran Allah. Berikan waktumu untuk membantu sesama. Jadikan setiap detik berharga di mata-Nya. *Ya Allah, sungguh kami adalah makhluk-Mu yang lemah, yang seringkali lalai dan menyia-nyiakan waktu. Ampunilah kami, Ya Rabb. Bimbing kami agar dapat memanfaatkan sisa usia kami untuk kebaikan, untuk bekal menghadap-Mu kelak. Jauhkan kami dari penyesalan yang tiada akhir. Aamiin.* وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →